Selasa, 10 Juli 2012

Pesan Bulanan Direktur Program Juli 2012

SALAM DAMAI!!
Bulan Juni dan Juli untuk kita bangsa Indonesia merupakan bulan yang penuh dengan warna warni. Para pelajar tingkat dasar sampai menengah dicemaskan oleh ujian penentuan naik kelas atau tidak. Ujian untuk memasuki universitas berhasil mencemaskan para orangtua dan putra-putri kita. Pengumuman dinantikan dan hasilnya bisa menggembirakan dan bisa juga sangat mengecewakan, malahan sampai meneteskan airmata.  Ini semua terjadi di bulan Juni dan Juli. Radio Maria menerima banyak telepon dan SMS, memohon doa dan pertolongan dari Tuhan.
Kegembiraan dan kecemasan, memang bagaimanapun akan selalu ada dalam kehidupan kita. Tetapi bagaimana kita menyikapi hal itu? Kegembiraan dan kecemasan, keberhasilan dan kegagalan, seharusnya kita kita lihat dengan iman. Ketika kita sudah berusaha dengan segala kemampuan, kita sepatutnya menyerahkannya kepada Tuhan. Hasil yang kita peroleh, entah itu keberhasilan atau kegagalan kita serahkan kepada-Nya.
Pada bulan Juli ini juga Radio Maria turut serta mendukung dan menyuarakan tema Keuskupan Agung Medan yaitu Tahun Diakonia. Diakonia yang berarti PELAYANAN mendapat penekanan untuk karya Keuskupan Agung Medan dan Radio Maria akan aktif menyiarkannya sepanjang tahun ini. Ini tentu menjadi bagian dari misi Radio Maria yaitu mewartakan Kristus dan melayani Gereja-Nya dimanapun berada.
Kita tetap mengucapkan terima kasih kepada para volunteer dan kolaborator yang selalu siap membantu. Terima kasih juga bagi para penyumbang yang menyisihkan sebagian rejekinya untuk Radio Maria. Kami masih tetap menghimbau dengan rendah hati agar para pendengar kami jangan berhenti menyumbangkan waktu, tenaga, finansial, doa dan pikiran.
Terima kasih kepada Pastor Bonaventura Situmorang, OFMCap yang selama ini memberi waktu untuk menjadi kolaborator di Radio Maria, namun terpaksa berhenti karena alasan studi. Selamat Datang juga kepada Pastor Morizius Aritonang, OFMCap yang bersedia menjadi kolaborator di Radio Maria mulai bulan Juli ini.
Kita masih perlu mencar lebih banyak volunteer khususnya untuk hari minggu. Kedua orang suster yang selama ini dengan setia membantu kita sudah mendapat tugas baru. Terima kasih banyak untuk mereka.
Kita juga memohon rahmat Tuhan untuk pemindahan studio Radio Maria ke gedung Chatolic Center di Jl. Hayam Wuruk, semoga cepat terlaksana.
Radio Maria akan terus berusaha membangun dan memperbaiki diri, membantu dan melayani kita dengan banyak siarang langsung khususnya dengan metoda interaktif supaya lebih menarik.
Semuanya kita serahkan kepada Tuhan. Maria pasti selalu menyertai radionya.

Damai Tuhan beserta kita.
Juli 2012
P. Redemptus Simamora, OFMCap
Direktur Program Radio Maria Indonesia

Minggu, 04 Desember 2011

HUT Radio Maria Indonesia ke 3

Tanggal 4 Desember 2011 telah dilaksanakan perayaan Hari Ulang Tahun Radio Maria Indonesia yang ke 3 di Gereja Paroki St. Antonius, Jl. Hayam Wuruk Medan.
Rangkaian acara diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Direktur Program Radio Maria Indonesia, Pastor Redemptus Simamora, OFM,Cap. Pada perayaan ekaristi ini, semua petugas liturgi adalah para staff, dan volunteer.
 Perayaan ekaristi juga didukung oleh Paduan Suara Magnificat.
Selesai perayaan ekaristi disambung dengan syukuran yang dilaksanakn di aula belakang gereja.
Pada acara ini juga dilaksanakan pengumpulan dana dan berhasil mengumpulkan dana sejumlah 10.415.500,-
Terima kasih kepada seluruh pencinta Radio Maria Indonesia atas dukungan dan doa.
Foto menyusul.

Jumat, 26 Agustus 2011

Kontak RM Indonesia

Ada beberapa kontak yang dpat Anda hubungi untuk berkomunikasi dengan Radio Maria Indonesia.
Silakan klik link di bawah ini, dan Anda akan terhubung dengan alamat email yang bersangkutan.
Presiden RM Indonesia: DR. Mukdin Turnip
Koordinator RM Indonesia: Mrs. Rasti Saragih
Direktur RM Indonesia: Fr. Redemptus Simamora,OFMCap
Studio Radio Maria Indonesia: Nestor Sinurat
Promotor RM Indonesia: Andreas Intan
IT Support RM Indonesia: Frans Simbolon, S.Kom

Silakan follow @rmindonesia

Radio Maria

Radio Maria adalah sebuah badan siaran radio Katolik yang didirikan di Erba, propinsi Como, Italia, di wilayah Keuskupan Agung Gereja Katolik Roma di Milan pada tahun 1983.

Fasilitas siaran pertamanya pada awalnya adalah fasilitas paroki, namun kemudian ditata ulang sebagai sebuah badan terpisah di luar parokinya, yakni sebagai sebuah perkumpulan kaum awam dan para imam di tahun 1987 bernama Radio Maria Italia. Dalam tempo kurang dari lima tahun, media ini tumbuh menjadi sebuah jaringan radio nasional Katolik di seluruh penjuru Italia. Walau tidak secara langsung berhubungan dengan Gereja Katolik Roma, badan ini dibentuk sebagai sebuah perangkat gereja, dan sebagai sebuah alat untuk aktivitas penginjilan, yang melaksanakan dan menaati ajaran-ajaran gereja. Badan ini terinspirasi oleh penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal (dan, yang lebih baru lagi, di Medjugorje), yang menyerukan pertobatan seluruh dunia. Atas dasar hal-hal ini, Radio Maria tidak disubsidi atau dibiayai oleh Gereja Katolik Roma; namun biaya operasional badan ini ditanggung oleh kontribusi para pendengarnya.
Keluarga Dunia Radio Maria dibentuk pada tahun 1998 sebagai kelanjutan dari perkembangan internasionalnya di era tahun 1990an, dan sebagai jawaban atas pidato Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1987 di Lapangan Santo Petrus yang menyinggung masalah perlunya sebuah cara penginjilan yang baru. Emanuele Ferrario (yang terinspirasi oleh kata-kata Sri Paus untuk melahirkan cara penginjilan yang baru) adalah pendiri dan presiden Radio Maria Inc., yang semenjak saat itu telah tumbuh menjadi sebuah asosiasi 40 operasi penyiaran berbagai bahasa di Afrika, Asia, Eropa, Timur Tengah, dan benua Amerika. Secara keseluruhan, Radio Maria mengoperasikan sekitar 1.500 pemancar radio bumi di seluruh dunia.
Misi dari badan ini termasuk Liturgi, Katekisme, Spiritualitas, bantuan spiritualitas atas masalah-masalah harian, informasi, musik dan budaya.
"Keluarga Dunia Radio Maria" tidak boleh disamakan dengan "Keluarga Radio Maryja", sebuah gerakan religius kontroversial di Polandia.


Radio Maria Indonesia adalah stasiun yang ke-50. Radio Maria Indonesia sendiri sudah terdiri dari 2 stasiun yaitu Radio Maria Medan, dan Radio Maria Nias. Sampai saat ini  Radio Maria Nias masih berdiri sendiri dengan melakukan program siaran tersendiri.